Sabtu, 04 April 2015

Struktur Pondasi

I . STRUKTUR PONDASI


Struktur pondasi adalah elemen sistem struktur yang berfungsi menopang keseluruhan beban dan menjaga berdirinya bangunan dan meneruskannya ke dalam tanah. Pondasi dibedakan atas kedalamannya dan sifatnya meneruskan beban ke dalam tanah. Menurut kedalamannya pondasi dibagi menjadi dua; pondasi dangkal dan pondasi dalam. Menurut sifat penerusan gayanya, pondasi dibagi menjadi tiga jenis; pondai titik, pondasi menerus dan pondasi bidang.
Pondasi titik untuk jenis dangkal dapat berupa umpak, foot plate, pondasi buis beton dan pondasi kayu. Sementara untuk jenis dalam dapat berupa pondasi tiang pancang atau pondasi sumur bor. Pondasi menerus hanya terdiri dari pondasi dangkal yaitu pondasi menerus batu kali atau beton bertulang. Pondasi bidang atau juga disebut pondasi kapal dapat berupa pondasi pelat beton baik yang difungsikan sebagai ruang bawah tanah (basement) atau tidak.
Semua jenis pondasi tersebut dapat digunakan untuk semua jenis bangunan karena penentuan bangunan akan tergantung selain pada beban juga tergantung beberapa aspek; yaitu aspek beban bangunan, kondisi tanah dan kondisi lingkungan. Semakin tinggi dan atau  besar bangunan, beban akan meningkat  sehingga ukuran dan kedalaman juga akan semakin meningkat. Kondisi tanah yang mempengaruhi daya dukung tanah ( tanah normal ~ 1kg/cm2) akan menentukan dimensi dan kedalaman pondasi, semakin berkurang daya dukung tanah, semakin bertambah dimensi dan kedalamannya. Begitu juga dengan kondisi lingkungan, pada lokasi ekstrem, pondasi juga harus menyesuaikan. Dimensi eksak pondasi dan kedalamannya harus dihitung oleh konstruktor.
Pondasi titik

Gambar 25. Macam Pondasi Titik (umpak, foot-plate, buis beton, pancang)

a.     Pondasi Titik

Pondasi titik diperlukan untuk meneruskan beban-beban terpusat atau terkumpul (pada kolom) dan meneuskannya ke dalam tanah. Pondasi ini hanya ada pada kolom-kolom utama bangunan. Pondasi titik pada bangunan struktur beton bertulang dapat berupa pondasi telapak (foot plate) dan pondasi buis beton atau pondasi tiang pancang dan pondasi sumur bor untuk pondasi dalam. Jenis pondasi ini ditempatkan pada kolom-kolom utama struktur bangunan.
Pondasi menerus
Gambar 26. Macam Pondasi Menerus (batu kali, beton bertulang)

b.    Pondasi Menerus

Pondasi menerus dibutuhkan untuk menopang beban menerus yang berasal dari dinding pemikul atau dinding batu bata penyekat ruang. Pondasi menerus juga dibuat menurut struktur utama jika dipakai sebagai pondasi utama (misal pondasi dinding pemikul). Pada dinding non struktural atau dinding pembatas ruang, pondasi dipakai hanya untuk memikul berat dinding di atasnya, sehingga untuk bangunan bertingkat yang menggunakan struktur utama beton bertulang dan menggunakan dinding batu bata, pondasi titik maupun menerus digunakan keduanya.

c.      Pondasi Bidang

Jika pondasi titik karena beban atau tanah atau keduanya menghendaki luasan yang lebih untuk memepertahankan posisi bangunan, maka titik satu pada pondasi akan mendekati atau bertemu dan saling bersinggungan. Kondisi ini memungkinkan untuk digabung menjadi satu kesatuan pelat yang disebut pondasi pelat atau pondasi bidang. Pondasi bidang ini sering digunakan untuk bangunan yang berat atau tinggi atau berada pada tanah dengan daya dukung yang rendah (tanah rawa dsb).
Pondasi bidang
Gambar 27. Pondasi Bidang (Beton Bertulang)

f.      Kedalaman Pondasi

Pondasi dangkal atau dalam yang akan dipakai pada suatu bangunan juga terletak pada berat bangunan, tinggi bangunan, daya dukung tanah dan struktur lapisan tanah. Juga diperhatikan lokasi bangunan berada. Apakah terletak di daerah rawan gempa, banjir dan sebagainya, sebab kondisi-kondisi tersebut menghendaki pondai yang lebig stabil untuk mengantisipasi beban-beban eksternal tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar