I . STRUKTUR PONDASI
Struktur pondasi adalah elemen sistem struktur yang
berfungsi menopang keseluruhan beban dan menjaga berdirinya bangunan dan
meneruskannya ke dalam tanah. Pondasi dibedakan atas kedalamannya dan sifatnya
meneruskan beban ke dalam tanah. Menurut kedalamannya pondasi dibagi menjadi
dua; pondasi dangkal dan pondasi dalam. Menurut sifat penerusan gayanya,
pondasi dibagi menjadi tiga jenis; pondai titik, pondasi menerus dan pondasi
bidang.
Pondasi titik untuk jenis dangkal dapat berupa umpak, foot
plate, pondasi buis beton dan pondasi kayu. Sementara untuk jenis dalam dapat
berupa pondasi tiang pancang atau pondasi sumur bor. Pondasi menerus hanya
terdiri dari pondasi dangkal yaitu pondasi menerus batu kali atau beton
bertulang. Pondasi bidang atau juga disebut pondasi kapal dapat berupa pondasi
pelat beton baik yang difungsikan sebagai ruang bawah tanah (basement) atau tidak.
Semua jenis pondasi tersebut dapat digunakan untuk semua
jenis bangunan karena penentuan bangunan akan tergantung selain pada beban juga
tergantung beberapa aspek; yaitu aspek beban bangunan, kondisi tanah dan
kondisi lingkungan. Semakin tinggi dan atau
besar bangunan, beban akan meningkat
sehingga ukuran dan kedalaman juga akan semakin meningkat. Kondisi tanah
yang mempengaruhi daya dukung tanah ( tanah normal ~ 1kg/cm2) akan menentukan
dimensi dan kedalaman pondasi, semakin berkurang daya dukung tanah, semakin
bertambah dimensi dan kedalamannya. Begitu juga dengan kondisi lingkungan, pada
lokasi ekstrem, pondasi juga harus menyesuaikan. Dimensi eksak pondasi dan
kedalamannya harus dihitung oleh konstruktor.

Gambar 25. Macam Pondasi Titik
(umpak, foot-plate, buis beton, pancang)
a. Pondasi Titik
Pondasi titik diperlukan untuk meneruskan beban-beban terpusat atau terkumpul (pada kolom) dan meneuskannya ke dalam tanah. Pondasi ini hanya
ada pada kolom-kolom utama bangunan. Pondasi titik pada bangunan struktur beton
bertulang dapat berupa pondasi telapak (foot plate) dan pondasi buis beton atau pondasi
tiang pancang dan pondasi sumur bor untuk pondasi dalam. Jenis pondasi ini
ditempatkan pada kolom-kolom utama struktur bangunan.

Gambar 26. Macam Pondasi Menerus (batu kali, beton
bertulang)
b. Pondasi Menerus
Pondasi menerus dibutuhkan untuk menopang beban menerus yang berasal dari dinding
pemikul atau dinding batu bata penyekat ruang. Pondasi menerus juga dibuat
menurut struktur utama jika dipakai sebagai pondasi utama (misal pondasi
dinding pemikul). Pada dinding non struktural atau dinding pembatas ruang,
pondasi dipakai hanya untuk memikul berat dinding di atasnya, sehingga untuk
bangunan bertingkat yang menggunakan struktur utama beton bertulang dan
menggunakan dinding batu bata, pondasi titik maupun menerus digunakan keduanya.
c.
Pondasi Bidang
Jika pondasi titik karena beban atau
tanah atau keduanya menghendaki luasan yang lebih untuk memepertahankan posisi
bangunan, maka titik satu pada pondasi akan mendekati atau bertemu dan saling
bersinggungan. Kondisi ini memungkinkan untuk digabung menjadi satu kesatuan
pelat yang disebut pondasi pelat atau pondasi bidang. Pondasi bidang ini sering
digunakan untuk bangunan yang berat atau tinggi atau berada pada tanah dengan
daya dukung yang rendah (tanah rawa dsb).

Gambar 27. Pondasi Bidang (Beton Bertulang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar